Sunday, February 2, 2014

Bocah Ajaib Indonesia Tristan Alif di Ajax !!

Amsterdam : Adanya anak serba bisa mengolah bola di Indonesia yaitu bocah umur 8 tahun dan publikasi media Belanda mulai menyoroti bocah ajaib Indonesia, Tristan Alif Naufal, yang berlatih di Ajax Amsterdam. Alif memang sedang menjalani trial di Ajax pada 2-8 November 2013.

Situs koran populer di sana, Algemeen Dagblad, membuat artikel mengenai kehadiran Alif. "Talenta hebat asal Indonesia (8 tahun) dicoba Ajax," demikian judul yang dibuat.

Media yang bermarkas di Rotterdam itu kemudian menyebutkan bahwa Alif diminati oleh banyak klub-klub top Eropa, tetapi Ajax adalah yang paling serius. Algemeen Dagblad juga menyebutkan bahwa video cuplikan kemampuan Alif memainkan bola bisa dilihat di youtube.

Situs ini juga menulis bahwa Pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, terkesan pada kemampuan Alif kala melihatnya langsung di Jakarta pada Juni 2012.

Director The Footballicious, Andhika Suksmana, yang ikut mendampingi Alif selama di Belanda mengatakan, Ajax tertarik kepada Alif setelah melihat video kompilasi ia bermain dan berlatih, bisa jadi nantinya gol-gol terbaik tercipta lewat bocah ini.

"Ada beberapa klub manca negara yang tertarik mengundang Alif, namun hanya Ajax yang paling serius sampai menghubungi keluarga Alif," kata Andhika di situs resmi Tristan Alif.

BACA JUGA: 'Wayne Rooney bisa menjadi legenda Manchester United', Ujar David Moyes 

http://static.liputan6.com/201311/tristtann-130411b.jpg
Tristan Alif

Sumber

komentar :
Selengkapnya

Adanya Kesamaan Timnas Indonesia dan Belanda

Tentu kita tidak akan pernah lupa bagaimana masa penjajahan Belanda di tanah Indonesia selama 350 tahun. Kita pun sudah pernah mengenyam pendidikan ilmu sejarah sejak duduk di bangku sekolah, bagaimana keperkasaan Belanda yang memecah belah rakyat indonesia dengan politik devide et impera nya berhasil menguasai Indonesia beserta sumber daya alamnya.

Keberadaan bangsa Holland selama 3 setengah abad di tanah pertiwi juga menghasilkan pernikahan campur antar ras dan etnis yang jauh berbeda, barat dengan timur.

Walaupun sudah sangat lama dan jauh namun ternyata ada hal-hal dari Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari Belanda, beberapa hal dalam sepakbola yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang, hal itu adalah gelar negara runner up nya sepakbola.

Tercatat selama 4 kali final di ajang resmi FIFA, Belanda hanya menjuarai 1 kali gelar juara UEFA Euro 1988. Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2 kali berturut-turut pada tahun 1974 dan 1978, dan tentu yang masih segar dalam ingatan kita ketika mereka kalah dari Spanyol 0-1 di final pada tahun 2010 di Afrika Selatan.

Sejak awal turnament 4 tahunan itu, mereka tampil luar biasa dan belum terkalahkan hingga kalah dari Spanyol di partai puncak, ironisnya kekalahan itu merupakan yang pertama dan terakhir pada Piala Dunia 2010.

Sebaliknya Spanyol mengawali laga dengan kekalahan memalukan dari Swiss 0-1 namun pada akhirnya justru merekalah yang akhirnya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, padahal seharusnya Belanda yang lebih berpengalaman ketika berada di partai final diprediksi akan menjuarai turnament tersebut, namun hasil berkata lain.

Tim Nasional Indonesia pun memiliki prestasi yang tidak berbeda jauh dengan Tim Nasional Belanda. Prestasi Timnas Indonesia lebih baik dalam raihan gelar regional. Sejak tampil pada Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia-Belanda, Indonesia baru meraih 2 kali medali emas pada ajang Sea Games tahun 1987 dan tahun 1991, namun sayangnya gelar juara tersebut bukanlah ajang resmi yang diselenggarakan oleh FIFA.

Kembali ke tahun 2010, ketika Belanda gagal menjuarai Piala Dunia karena kalah untuk pertama dan terakhir oleh Spanyol yang sempat kalah di awal ajang, justru Spanyol berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.

Indonesia pun mengalami nasib yang sama, Timnas Indonesia yang sudah tampil luar biasa pada ajang Piala AFF dari awal turnament, malah gagal di partai final karena ditaklukan oleh Malaysia, yang sebelumnya sempat mereka hancurkan 5-1 pada babak penyisihan, dengan demikian Malaysia lah berhasil menjuarai Piala AFF untuk kali pertama.

Giovanni van Bronckhorst, Robin van Persie, Nigel de Jong, Johny Heitinga, Demy de Zeeuw, dan Gregory van der Wiel berbagi nasib dengan pemain keturunan Belanda-Indonesia lainnya yang bergabung dalam Timnas Indonesia.

Mulai dari naturalisasi Irfan Bachdim yang bersinar di Piala AFF 2010 hingga Diego Michiels benteng U-23 di Sea Games 2011, nyatanya Indonesia masih menjadi tim runner up secara beruntun dalam 2 tahun terakhir.

Tampaknya mental runner up ala Belanda telah tertular ke sepakbola Indonesia, mungkin ini diakibatkan karena efek penjajahan yang terlalu lama. Bahkan para jajaran dan para petinggi PSSI pun berfilosofi layaknya devide et impera, persis seperti gejolak sosial yang sedang dialami oleh rakyat Indonesia.

Mulai dari tingkat golongan masyarakat yang paling tinggi sampai golongan masyarakat yang paling rendah cenderung sangat mudah konflik dan terpecah belah hingga situasinya menjadi seperti ini. Tentu kita tidak akan pernah lupa bagaimana masa penjajahan Belanda di tanah Indonesia selama 350 tahun.

Kita pun sudah pernah mengenyam pendidikan ilmu sejarah sejak duduk di bangku sekolah, bagaimana keperkasaan Belanda yang memecah belah rakyat indonesia dengan politik devide et impera nya berhasil menguasai Indonesia beserta sumber daya alamnya. keberadaan bangsa Holland selama 3 setengah abad di tanah pertiwi juga menghasilkan pernikahan campur antar ras dan etnis yang jauh berbeda, barat dengan timur.

Kompetisi persepakbolaan tanah air terpecah menjadi 2 yakni Indonesian Premier League dan Indonesian Super League, bahkan otoritas PSSI pun kehilangan wibawanya sehingga bisa ditandingi oleh organisasi karbitan macam KPSI.

Entah apakah ada unsur yang mendasari untuk menomorsatukan kepentingan kelompok atau memang adanya mental devide et impera yang sudah lama tertanam dalam alam bawah sadar rakyat Indonesia. Mulai dari tingkat golongan masyarakat yang paling tinggi sampai golongan masyarakat yang paling rendah cenderung sangat mudah konflik dan terpecah belah hingga situasinya menjadi seperti ini.


http://www.jgmotor.co.id/artikel/wp-content/uploads/2013/01/belanda-vs-indonesia.jpg


Sumber

komentar :
Selengkapnya

Seedorf ; Hasil Positif dan Kemajuan, AC Milan Imbang Atas Torino

AC Milan tak kuasa meraih hasil maksimal ketika menjamu Torino. Tetap berpikir positif, Allenatore Milan Clarence Seedorf menilai ada peningkatan pada performa timnya.

Di San Siro, Minggu (2/2/2014) dinihari WIB, Milan tertinggal lebih dulu dari gol Ciro Immobile di menit ke-17. Empat menit memasui babak kedua, barulah Rossoneri bisa merespons dan menyamakan kedudukan melalui gol Adil Rami.  Menjamu Torino di San Siro, Sabtu, 1 Februari 2014, AC Milan harus rela berbagi satu poin. Mereka ditahan tim asuhan Giampiero Ventura dengan skor 1-1.

Sampai peluit akhir dibunyikan tidak ada lagi gol tambahan walaupun Milan secara umum tampil dominan. Menurut ESPN, selain unggul penguasaan bola 62% berbanding 38%, Milan juga mampu melepaskan 23 tembakan meskipun cuma enam di antaranya yang tepat sasaran. Torino sendiri cuma enam tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran.


Getty Images/Claudio Villa
BACA JUGA:  Tahun 1984 Kemenangan Stoke City Vs MU Terukir Lagi, Dengan Cedera Evans dan Jones

Walau tak sanggup meraup poin maksimal, namun pelatih anyar Rossoneri, Clerance Seedorf mengaku puas dengan hasil yang didapat. Dia juga menilai Mario Balotelli cs mengalami kemajuan secara teknis permainan di lapangan.

"Saya melihat peningkatan, dan saat ini penting untuk fokus pada hal-hal positif dan apa yang dapat kami lakukan untuk membuatnya jadi lebih baik," tegas Seedorf di Football Italia.

Hasil itu membuat rekam jejak Seedorf di Milan menjadi dua kemenangan (atas Verona dan Cagliari), satu kekalahan (dari Udinese di Coppa Italia), dan hasil imbang lawan Torino.

"Sebelum pertandingan saya mengatakan bahwa tim Giampiero Ventura amat sangat terorganisir dan kita melihatnya lagi malam ini. Untuk tim saya sendiri, kami sedikit lebih sabar di babak kedua dalam memanfaatkan lebar lapangan dan itu jadi pembeda," tutur Seedorf.

Clarence Seedorf (REUTERS/Stringer)
BACA JUGA: Kekalahan yang Menyakitkan Untuk Barcelona Atas Valencia

"Sejak awal saya bilang kepada tim bahwa Torino selalu bermain rapi dan kami membuktikannya malam ini. Mereka bermain terlalu dalam dan kami mencoba bermain melebar untuk membongkar pertahanan rapat mereka," kata Seedorf.

Perkara memanfaatkan lebar lapangan itu sendiri memang tampak jadi perhatian Seedorf yang di tepi lapangan berulang kali terlihat meminta Keisuke Honda dan Robinho main lebih melebar.

"Di babak pertama Torino masih bermain sedikit ke dalam jadi Honda berusaha merangsek masuk, tapi Anda harus melebarkan permainan untuk bikin pertahanan lawan tidak terlalu menumpuk. Butuh kesabaran dan pemain saya berhasil memaksa lawan keluar dari posisi. Saya melihat kemajuan dan yang terpenting tim ini bisa fokus agar semakin baik ke depannya," ujar pria asal Belanda tersebut dikutip Football Italia.

Dengan tambahan tiga poin, Milan sekarang berada di posisi kesembilan klasemen sementara dengan raihan 29 poin. Sementara Torino sendiri berada di posisi keenam dengan koleksi 33 poin.



Sumber 

komentar :
Selengkapnya

Kekalahan yang Menyakitkan Untuk Barcelona Atas Valencia

Barcelona - Kekalahan ini memang membuat posisi Barca di puncak klasemen terancam dikudeta dua pesaing kuatnya, Atletico Madrid dan Real Madrid. Barca akan lengser dari puncak klasemen jika duo Madrid bisa memenangi laga besok.

Valencia berhasil memetik kemenangan keduanya di La Liga pada tahun 2014 dengan cara istimewa: mengalahkan Barcelona yang sebelumnya melaju sempurna di kandangnya sendiri.

Laju Valencia di awal tahun 2014 ini tak dapat dikatakan bagus-bagus amat. Selain baru menang satu kali, atas Levante pada 4 Januari, tim berjuluk El Che itu juga sudah harus terdepak dari Copa del Rey usai berimbang dan kalah dari Atletico Madrid dalam pertemuan dua leg di bulan Januari.

Valencia bisa kian bangga mengingat kemenangan tandang tersebut menghentikan catatan 100% Barca di kandangnya sendiri, setelah meraih 10 kemenangan di Camp Nou, dan menjadi kekalahan kandang pertama El Barca di La Liga musim ini.

AFP/Lluis Gene
BACA JUGA: Tahun 1984 Kemenangan Stoke City Vs MU Terukir Lagi, Dengan Cedera Evans dan Jones


Gelandang Barcelona, Sergio Busquets menyesalkan timnya secara mengejutkan kalah 2-3 dari Valencia dalam lanjutan La Liga di Camp Nou, Sabtu malam tadi. Menurutnya kekalahan ini terjadi di saat yang tidak tepat.


"Lini pertahanan kami sangat menderita. Sudah lama sejak kami kalah di sini (Camp Nou). Kami tergelincir di saat yang buruk. Sayang sekali, padahal kami memiliki sejumlah peluang," sesal Busquets seperti dilansir Soccerway.

Tampil di kandang sendiri, awalnya laga tampak berjalan mudah. Blaugrana langsung unggul cepat saat laga baru berjalan tujuh menit melalui gol Alexis Sanchez. Namun Valencia mampu membalas jelang turun minum melalui gol terbaik Daniel Parejo.

"Ini merupakan sebuah hari yang sempurna. Anda harus gembira jika bisa menang di tempat seperti ini," ceplos gelandang Valencia Dani Parejo kepada AS dan dikutip Football Espana.

Pelatih Barcelona, Gerardo Martino (REUTERS/Russell Cheyne)
BACA JUGA: Jika Tak Kenal Totti, Model Can*tik Ini Bakalan Benci Sepakbola

"Kami menunjukkan mentalitas yang berbeda hari ini. Kami menginginkan performa bagus dan itulah yang terjadi. Kami tampil tanpa rasa gentar menghadapi Barcelona dan bisa pulang dengan tiga poin. Ini penyemangat besar buat kami," serunya.

Valencia saat ini menempati peringkat delapan klasemen sementara La Liga, terpaut delapan poin dari zona Eropa terdekat yang ditempati Real Sociedad.

Valencia bahkan berbalik unggul di awal babak kedua, teoatnya di menit 48 melalui gol Pablo Piatti. Meski bisa disamakan Barca di menit 54 melalui tendangan penalti Lionel Messi. Barca mendapat hadiah setelah Ricardo Costa handsball di kotak penalti.

Tapi lagi-lagi lini belakang Barca membuat kesalahan yang berakibat gawang mereka kebobolan untuk ketiga kalinya di laga ini. Menit 59 skor berubah setelah Valencia kembali unggul melalui gol yang dicetak Paco Alcacer. Skor 3-2 untuk kemenangan Valencia. Dijamu Barca di Camp Nou, Sabtu (1/2/2014) malam WIB, tim tamu keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.



Sumber 

komentar :
Selengkapnya

Tahun 1984 Kemenangan Stoke City Vs MU Terukir Lagi, Dengan Cedera Evans dan Jones

Stoke - Catatan tersebut terasa sangat manis karena menjadi rekor baru bagi Stoke. Itu adalah kemenangan pertama mereka atas MU di kancah liga sejak 1984 silam.

Dua gol terbaik Charlie Adams berhasil membuat Manchester United tertunduk malu kala bertandang ke Brittania Stadium, Sabtu, 1 Februari 2014. Setan Merah menderita kekalahan kedelapan di musim ini.

Sementara, atas kegagalan tim, manajer MU, David Moyes mencoba membela diri. Dia menilai tak sepatutnya Robin van Persie cs pulang dengan tangan hampa karena sepanjang laga mereka tampil baik.

AFP/Andrew Yates
BACA JUGA: Pelatih Liverpool Kritik Sikap 'Buka-bukaan' Ferguson, Ini kah Buktinya?

Tak hanya kekalahan yang harus didapat Manchester United dari Stoke City, namun 'Setan Merah' juga harus kehilangan dua bek tengahnya di laga itu, Jonny Evans dan Phil Jones, karena cedera.

Melawan Stoke di Britannia Stadium, Sabtu (1/2/2014) malam WIB, baik Evan maupun Jones tak bisa menuntaskan laga secara penuh dan keduanya ditarik keluar sebelum babak pertama usai.

Pertama-tama adalah permainan bola Evans yang harus digantikan Rafael di menit 11 karena mendapat cedera betis. Sementara itu Jones harus ditandu keluar lapangan usai kepala membentur tanah karena berduel udara dengan Jon Walters.

Setelah pertandingan, David Moyes selaku manajer MU ditanyakan perihal kondisi kedua pemainnya itu. Jika Evans harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut terkait kadar cederanya, sementara Jones disebut dalam kondisi baik-baik saja.

"Secara performa kami sudah bagus. Kami hanya kurang beruntung, sungguh," kata Moyes dan Kami kehilangan dua bek tengah kami dan hal seperti ini kadang terjadi dalam sepakbola," ujar Moyes seperti dilansir Sky Sports.

David Moyes (REUTERS/Darren Staple)
BACA JUGA: Gaji Tak Dibayar, Ini Yang Dilakukan Pemain Racing Santander

"Tapi saya pikir ini tak akan mengubah apapun karena kami tetap bermain dan melakukan hal yang benar," sambungnya.

"Phil Jones mengalami gegar otak dan sudah menjalani pemindaian di kepalanya. Jonny Evans tampaknya mengalami masalah pada betisnya."

Cedera kedua pemain itu menambah duka MU yang haru menelan kekalahan ke-8 musim ini, yang membuat mereka masih tertahan di posisi ketujuh klasemen dengan 40, selisih enam angka dari Liverpool di posisi keempat.

Hanya saja satu kelemahan
MU. Mereka tak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang didapat.

"Keruntuhan kami adalah saat tak mampu memanfaatkan peluang. Kami punya delapan, sembilan atau sepuluh kesempatan namun tak bisa memaksakannya. Ini benar-benar kesalahan kami," ujarnya lagi.



Sumber 

komentar :
Selengkapnya

DAFTAR GOSIP

-- Lihat Kesukaan Kamu --

Abduh Lestaluhu Abo Ogogo AC Milan AFC AFF Alfred Riedl Anthony Martial Arema Cronus Argentina Arsenal FC Arsene Wenger Arturo Vidal AS Monaco AS Roma Asian Games Athletics Atlet Atlético Madrid Augsburg Arena Augusto Fernandez Badminton Bali Island Cup Bali United Ballon d'Or Barcelona Basel Fc Bayer Leverkusen Bayern Munich Bodybuilding & Fitness Bologna Boxing Bundesliga Score BWF Cameron Borthwick-Jackson Capital One Cup Cars Sport Celebration Champions Champions League Score Chandra Zein Chelsea FC Chris Smalling Community Shield Competitions Africa Competitions America Competitions Asia Competitions Europe Competitions Oceania Competitions South American Competitions World CONCACAF Copa America Copa del Rey Coppa Italia Coupe de France (Piala Prancis) Coupe de la Ligue (Piala Liga Prancis) Cristian Gonzales Cristiano Ronaldo David Trezeguet Dejan Antonic Dries Mertens Dunia Dynamo Kiev Eintracht Frankfurt Emirates Stadium euro Euro Score Europa Europa League Score Europa League UEFA FA Cup fans FC Zenit Saint Petersburg Ferrari FIFA FIFA Ranking Fifa Score Fiorentina FC Francesco Totti Friendly Match Futsal Gareth Bale Gary Neville Giacomo Bonaventura Giuseppe Marotta Golf Gonzalo Higuain Guss Hiddink Gustavo Gomez hockey I Nyoman Sukarja Indian Super League Indonesia Indonesia Super Champions (ISC) Indonesian Championship Inter Milan ISL Ranking Jack Grimmer James Rodrigez James Rodriguez Jeremy Menez Jesse Lingard John Terry Jose Mourinho Jose Sosa Juan Mata Juergen Klopp Juventus Juventus Stadium Karim Benzema Kingsley Coman Klasemen Kriket La Liga La Liga Score Las Palmas Laurent Blanc Les Parisiens Lifter Liga Belanda Liga Brazil Serie B Liga Indonesia liga inggris liga italia Liga Jepang liga Jerman liga Prancis liga spanyol Liga USA Ligue 1 Score Live Match Live Score Live TV Liverpool FC Louis van Gaal Luciano Spalletti Luis Enrique Luis Milla Aspas Luuk de Jong Manchester City Manchester United Manuel Pellegrini Marc Andre ter Stegen Mario Mandzukic Memphis Depay Mitra Kukar MotoGP Myanmar NSC Olimpiyskiy Stadium Olahraga Omar El Kaddouri Other Match Score Palermo Paris Saint-Germain (PSG) Park Ji-Sung Paul Pogba Paulo Dybala Persib Bandung Persija Jakarta Persipura Jayapura Piala Afrika - CAF Piala Bhayangkara Piala Gubernur Kaltim Piala Jenderal Sudirman Piala Super Eropa Player Career Prediksi & Statistik Premier League Premier League Score Primeira Liga Score PS Polri PS TNI PSS Sleman PSSI PSV Eindhoven Raphael Maitimo Rapid Wina Real Madrid Rugby Runner Score Match SEA Games Sejarah sepakbola Serba Serbi Sergio Aguero Serhiy Rebrov Seri A Score Serie A Sevilla Seydou Keita Shaktar Donetsk Shrewsbury Town Sir Alex Ferguson SL Benfica Sporting Gijon Sprinter Running Sriwijaya FC SSC Napoli Stadium Allianz Arena Stadium Estadio da Luz Stadium Greenhous Meadow Stadium Kapten I Wayan Dipta Stadium NSK Olimpijs Stadium Old Trafford Stadium Olimpico Stadium Pakansari Stadium Philips Stadium San Paolo Stadium San Siro Stadium WWK Arena Team Manager Tenis Thailand Toni Kroos Torino Tottenham Hotspur Transfer UEFA UEFA Best Player in Europe Award UEFA Cup Valencia FC Video Goal Vincent Kompany Vincenzo Montella WAGs Wojciech Szczesny Wolverhampton Wanderers Wushu Yannick Ferreira Carasco Zinedine Zidane Zlatan Ibrahimovic

Yahoo Messenger News

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...