Madrid - Angel Di Maria kembali membantah tudingan
isyarat "pegang alat
vital" ditujukan kepada suporter yang mencibirnya.
Namun, Di Maria minta maaf kepada semua pihak yang tersinggung dengan
ulahnya itu.
Angel Di Maria meluruskan pemberitaan miring media Spanyol terkait
bahasa tubuh memegang alat vital saat dapat teriakan dari penonton. Di
sebutnya, tidak ada maksud apa-apa dari gerakannya itu.
Insiden itu dipicu oleh sorakan suporter Madrid
kepada
Di Maria saat ditarik keluar dalam laga melawan Celta Vigo di
akhir pekan lalu. Saat hendak ke luar lapangan, winger Argentina itu
terlihat memegang alat vitalnya yang diduga ditujukan untuk suporter
yang menyorakinya.
Atas aksinya itu, Di Maria kini menjadi
sorotan media-media di Spanyol. Akan tetapi, pesepakbola berusia 25
tahun ini sudah meluruskan dengan mengatakan bahwa isyarat itu bukanlah
apa-apa.
Kini, Di Maria kembali mencoba meredakan masalah ini.
"Aku telah membuat membuat sebuah bahasa tubuh yang normal ketika
ditarik keluar. Aku tidak ingin melakukan apapun yang ditujukan kepada
fans atau manajer seperti yang orang-orang bilang," ucap dia kepada
Real Madrid TV.
BACA JUGA: Lengkap : 10 Besar Gaji Termahal Real Madrid Musim Ini
 |
Di Maria
|
"Itu
adalah gerakan alami yang semua pria melakukannya terutama ketika Anda
sedang berlari. Anda berkali-kali melakukan itu di atas lapangan,"
sambung Di Maria.
"Faktanya adalah jika ada pihak yang merasa
tersinggung dengan itu maka aku minta maaf, tapi itu seperti yang sudah
aku katakan. Aku membuat sebuah gerakan alami yang tidak ditujukan
kepada pihak tertentu. Di televisi Anda bisa melihat bahwa itu cuma
sepersekian detik. Itu bukan apa-apa," lugas dia.
Bagaimanapun,
Madrid dilaporkan akan melakukan investigasi terhadap Di Maria atas
kejadian ini. Si pemain pun mengaku tidak masalah.
"Aku pikir itu
tindakan yang benar. Bukan hanya untuk mereka, yang telah mulai
penyelidikan tapi juga bagiku karena aku bisa menjelaskan situasinya dan
apa yang sebenarnya terjadi. Aku juga telah menjelaskan ini kepada
sejumlah radio di Argentina," lanjut Di Maria.
"Aku pikir ini
bagus karena aku bisa berbicara kepada mereka secara langsung dan
menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di atas lapangan," imbuh dia.
Sumber